Baca Selengkapnya..Panduan Belajar HTML untuk Pemula

Capaian Pembelajaran Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura SMK Kelas XI – XII (Fase F)

Mata pelajaran Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH) merupakan sekumpulan unit-unit kompetensi yang akan dipelajari pada Program Keahlian Agribisnis Tanaman Konsentrasi Keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura, terdiri dari pengetahuan, keterampilan dan sikap yang harus dikuasai dalam mengembangkan produksi tanaman pangan dan tanaman hortikultura.

Mata pelajaran ini memiliki peran dalam pengembangan karakter dan kompetensi peserta didik. Mata pelajaran ini merupakan mata pelajaran kejuruan yang dikembangkan sebagai konsentrasi keahlian yang fleksibel, berfokus pada materi esensial, serta dapat menggali potensi pertanian di wilayah masing-masing sehingga mendukung potensi kearifan lokal. Selain itu, mata pelajaran ini juga mampu membekali para peserta didik dalam menyikapi isu-isu global tentang ketahanan pangan, perubahan iklim dan kelestarian ekosistem keberlanjutan.

Daftar Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Jenjang SMA/SMK:

  1. Mata Pelajaran Umum:
    1. Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
    2. Pendidikan Pancasila
    3. Bahasa Indonesia
    4. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
    5. Sejarah
    6. Seni Budaya (Tari)
  2. Mata Pelajaran Kejuruan:
    1. Matematika
    2. Bahasa Inggris
    3. Informatika
    4. Projek Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial
    5. Dasar Program Keahlian:
      1. Agribisnis Tanaman
      2. Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi
      3. Teknik Otomotif
      4. Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim
    6. Konsentrasi Keahlian:
      1. Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH)
      2. Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ)
      3. Teknik Sepeda Motor (TSM)

Pembelajaran pada mata pelajaran ini dapat dilakukan menggunakan berbagai pendekatan, strategi, metode serta model yang sesuai dengan karakteristik kompetensi yang harus dipelajari. Pembelajaran tersebut harus dapat menciptakan pembelajaran yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. Pembelajaran ini mampu memberikan ruang yang cukup untuk pengembangan prakarsa, kreativitas, serta kemandirian yang sesuai dengan bakat, minat, renjana, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Model-model pembelajaran yang dapat digunakan antara lain Project-based Learning, teaching factory, Discovery Learning, Problem-based Learning, Inquiry Learning, atau model serta metode lain yang relevan.

Baca Juga:  Capaian Pembelajaran Informatika SMA/SMK Kelas X (Fase E)

Pembelajaran pada mata pelajaran ini dapat mengakomodasi peserta didik untuk mengeksplorasi ilmu pengetahuan, mengembangkan keterampilan, serta menguatkan pengembangan iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, menumbuhkan kemandirian, mampu bergotong royong, menjaga kebhinekaan global, bernalar kritis, dan kreatif. Peserta didik memiliki kesempatan untuk mempelajari secara mendalam tema-tema atau isu penting seperti gaya hidup berkelanjutan, toleransi, kesehatan mental, budaya, wirausaha, teknologi, dan kehidupan berdemokrasi, serta dapat menginspirasi peserta didik untuk memberikan kontribusi dan dampak bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya.

Tujuan Mata Pelajaran Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH)

Mata pelajaran ini bertujuan untuk membekali peserta didik dengan kemampuan soft skills (karakter atau sikap) dan hard skills (pengetahuan dan keterampilan) melalui proses pembelajaran sebagai berikut:

  1. menerapkan proses bisnis secara menyeluruh di bidang Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura;
  2. menerapkan perkembangan teknologi produksi tanaman dan isu-isu global terkait dengan penyiapan media tanam, penyiapan bibit tanaman, penanaman, pengendalian organisme pengganggu tanaman, panen dan pasca panen;
  3. mengembangkan produksi tanaman pangan dan hortikultura; dan
  4. menerapkan pengelolaan limbah hasil pertanian.

Karakteristik Mata Pelajaran Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH)

Mata pelajaran ini memiliki komponen pengetahuan (fakta, konsep, prosedural dan metakognitif), keterampilan dan sikap yang terkait dalam hal penentuan komoditas, penyiapan media tanam, penyiapan bibit, penanaman, pemeliharaan tanaman, panen dan pasca panen, pemasaran, serta pengelolaan limbah hasil pertanian. Pembelajaran disesuaikan dengan karakteristik tanaman pangan seperti masa simpan hasil yang panjang, dan tanaman hortikultura yang dibudidayakan di kebun atau pekarangan, bersifat mudah rusak (perishable), dapat dikonsumsi dalam keadaan segar, dan hasil panen melimpah (voluminous). Komoditas Tanaman Pangan dan Hortikultura yang dipelajari dan dikembangkan disesuaikan dengan potensi daerah yaitu kondisi klimat (faktor klimat) tanah dan air (faktor edafik), serta nilai ekonomis/tuntutan pasar.

Baca Juga:  Instrumen Akreditasi SMK beserta Dokumen yang Harus Disiapkan

Pembelajaran pada mata pelajaran ini mengintegrasikan kemampuan-kemampuan dasar baik soft skills meliputi disiplin, tanggung jawab, kreativitas, kemampuan analisa dan pemecahan masalah, komunikasi dan kolaborasi. Adapun hard skills meliputi kemampuan penyiapan media tumbuh, penyiapan bibit tanaman, penanaman, pemeliharaan tanaman, panen dan pasca panen, pengelolaan limbah hasil pertanian, serta pemasaran hasil budi daya secara konvensional maupun digital. Kemampuan-kemampuan tersebut di atas disusun sebagai elemen-elemen pembelajaran berdasarkan kebutuhan dan persyaratan yang ada di industri, dunia usaha sektor produksi tanaman, persyaratan standar kompetensi yang relevan, serta sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Nomor 32 Tahun 2017 Tentang Sektor Pertanian.

Elemen-elemen pada mata pelajaran Agribisnis ini dapat diuraikan sebagai berikut.

No.ElemenDeskripsi
1Penyiapan media tanammeliputi media tumbuh untuk tanaman yang ditanam di lahan basah, lahan kering, di pot dan tanaman yang ditanam dengan metode lainnya seperti hidroponik, aquaponik dan aeroponik maupun pertanian organik secara konvensional dan/atau dengan alat modern
2Penyiapan bibitmeliputi perbanyakan tanaman secara vegetatif (stek, okulasi, cangkok, menyambung, kultur jaringan) dan secara generatif, untuk tanaman pangan dan hortikultura secara konvensional dan/atau dengan alat modern
3Penanamanmeliputi persiapan, pelaksanaan dan penyulaman sesuai komoditas tanaman secara konvensional dan/atau dengan alat modern
4Pengairanmeliputi berbagai teknik pengairan di lahan basah, lahan kering, untuk tanaman semusim dan tanaman tahunan, maupun penanaman sistem hidroponik, aquaponik, dan aeroponik secara konvensional dan/atau dengan alat modern
5Pemupukanmeliputi pupuk organik dan/atau anorganik secara manual maupun mekanis secara konvensional dan/atau dengan alat modern
6Pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT)meliputi gulma, hama dan/atau penyebab penyakit tanaman dengan berbagai metode pengendalian (mekanis, biologis, kimia, kultur teknis, hayati, terpadu dan lainnya) secara konvensional dan/atau dengan alat modern
7Perlakuan khususmeliputi antara lain pemberian hormon tumbuh, pembumbunan, pemangkasan, pemasangan ajir, disesuaikan dengan situasi dan kebutuhan secara konvensional dan/atau dengan alat modern
8Panen dan pasca panenmeliputi persiapan panen, teknik panen, sorting, grading, packing, dan/atau labelling secara konvensional dan/atau dengan alat modern
9Pengelolaan limbah hasil pertanianmeliputi pembuatan pupuk hijau dan/atau kompos, pestisida nabati dengan berbagai metode, secara konvensional dan/atau dengan alat modern
10Pemasaranmeliputi analisa peluang pasar, komunikasi, teknik pemasaran konvensional dan/atau digital, administrasi dan pembukuan usaha.

Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH)

Pada akhir fase F, peserta didik akan memiliki kompetensi (hard skills dan soft skills) Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura yang meliputi penyiapan media tanam, penyiapan bibit, penanaman, pemeliharaan tanaman, panen dan pasca panen, pemasaran, serta pengelolaan limbah hasil pertanian.

Baca Juga:  Download Format Penilaian Kinerja Wakil Kepala Sekolah
No.ElemenDeskripsi
1Penyiapan media tanamPada akhir fase F, peserta didik mampu menyiapkan media tumbuh untuk tanaman yang ditanam di lahan basah, lahan kering, di pot dan tanaman yang ditanam dengan metode lainnya seperti hidroponik, aquaponik dan aeroponik maupun pertanian organik secara konvensional dan/atau dengan alat modern.
2Penyiapan bibitPada akhir fase F, peserta didik mampu menyiapkan bibit melalui perbanyakan tanaman secara vegetatif (stek, okulasi, cangkok, menyambung, kultur jaringan) serta generatif untuk tanaman pangan dan hortikultura secara konvensional dan/atau dengan alat modern.
3PenanamanPada akhir fase F, peserta didik mampu melakukan penanaman mulai dari persiapan, pelaksanaan, dan penyulaman sesuai komoditas tanaman secara konvensional dan/atau dengan alat modern.
4PengairanPada akhir fase F, peserta didik mampu melakukan pengairan yang meliputi berbagai teknik pengairan di lahan basah, lahan kering, untuk tanaman semusim dan tanaman tahunan, maupun penanaman sistem hidroponik, aquaponik, dan aeroponik secara konvensional dan/atau dengan alat modern.
5PemupukanPada akhir fase F, peserta didik mampu melakukan pemupukan meliputi pupuk organik dan/atau anorganik secara manual maupun mekanis secara konvensional dan/atau dengan alat modern.
6Pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT)Pada akhir fase F, peserta didik mampu melakukan pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) meliputi gulma, hama dan/atau penyebab penyakit tanaman dengan berbagai metode, secara konvensional dan/atau dengan alat modern.
7Perlakuan khususPada akhir fase F, peserta didik mampu melakukan perlakuan khusus pada tanaman pangan dan hortikultura seperti pemberian hormon tumbuh, pembumbunan, pemangkasan, pemasangan ajir yang disesuaikan dengan situasi dan kebutuhan secara konvensional dan/atau dengan alat modern.
8Panen dan pasca panenPada akhir fase F, peserta didik mampu melakukan panen dan pasca panen produksi tanaman meliputi persiapan panen, teknik panen, sorting, grading, packing, dan/atau labelling secara konvensionaldan/atau dengan alat modern
9Pengelolaan limbah hasil pertanianPada akhir fase F, peserta didik mampu menerapkan pengelolaan limbah hasil produksi tanaman meliputi pembuatan pupuk hijau dan/atau kompos, pestisida nabati dengan berbagai metode.
10PemasaranPada akhir fase F, peserta didik mampu melakukan pemasaran mulai dari analisa peluang pasar, komunikasi, teknik pemasaran konvensional dan/atau digital, hingga administrasi dan pembukuan usaha.

Sumber: Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 33 Tahun 2022 tentang Capaian Pembelajaran

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments