Hubungan Antara Tetapan Kesetimbangan dengan Laju Reaksi

Untuk menjawab pertanyaan ini dapat mengambil contoh reaksi pembentukan dan peruraian H2O pada suhu 25oC atau 298 K.

Reaksi pembentukan H2O adalah sebagai berikut:

2H2(g) + O2(g) <–> 2H2O(g) Kc = 9,1 x 1080 mol/L
Pada reaksi pembentukan H2O di atas, nilai Kc sangat besar yang menandakan bahwa reaksi berlangsung hampir tuntas. Akan tetapi reaksi pembentukan H2O ini tidak berlangsung spontan atau laju reaksinya sangat lambat. Mengapa bisa demikian?

Hal ini dikarenakan energy pengaktifan Ea reaksi tersebut sangat besar. Akibatnya, sebagian besar partikel-partikel H2 dan O2 tidak mempunyai energy kinetic yang cukup untuk mengatasi halangan Ea ini.

Baca juga:

Jika di atas menjelaskan tentang pembentukan H2O, bagaimana halnya dengan peruraian H2O menjadi H2 dan O2?

laju reaksi vs tetapan kesetimbangan
Diagram energi potensial untuk
kesetimbangan reaksi : 2H2(g) + O2(g) <–> 2H2O(g)
klik gambar untuk memperjelas diagramĀ 

Reaksi peruraian H2O dapat ditulis sebagai berikut:

2H2O(g) <–> 2H2(g) + O2(g) Kc = 1,1 x 10-81 mol/L
Terlihat
Kc untuk reaksi peruraian H2O sangat kecil, artinya reaksi hanya sedikit sekali membentuk produk reaksi. Hal ini dikarenakan energy aktivasi peruraian H2O juga sangat besar walaupun lebih kecil jika dibandingkan dengan energy aktivasi pembentukan H2O, reaksi juga berlangsung sangat lambat.
Dari penjelasan kedua reaksi di atas, sekarang dapat dipahami mengapa pencampuran H2 dan O2 dapat dikatakan tidak menghasilkan uap air H2O. demikian pula dengan uap air H2O yang pada suhu ruang dapat dikatanan tidak terurai menghasilkan H2 dan O2.Jadi dapat disimpulkan bahwa

tetapan kesetimbangan Kc (baik besar maupun rendah) tidak memberikan informasi tentang laju reaksi tersebut, karena berdasarkan penjelasan di atas reaksi berlangsung lambat untuk Kc sangat besar dan Kc sangat kecil.

Leave a Reply