Mengenal Jenis dan Fungsi Peralatan Gelas pada Laboratorium Kimia

Sebagian besar peralatan yang ada di laboratorium kimia terbuat dari bahan gelas/kaca sehingga penting sekali bagi kita untuk mengetahui jenis dan fungsi dari peralatan tersebut untuk menghindari kesalahan penggunaan dan terjadinya kecelakaan kerja pada saat melakukan praktikum.

Berikut akan di sajikan beberapa jenis dan fungsi peralatan gelas yang ada di laboratorium kimia.

1. Adaptor (Adapter)

Adaptor adalah salah satu peralatan yang terbuat dari gelas dengan bentuk melengkung. Adaptor merupakan salah satu komponen /seperangkat peralatan destilasi sebagai penyambung pipa pendingin (condenser).

Ujung adaptor yang  besar dihubungkan dengan ujung pipa pendingin, sedangkan ujung kecil dimasukkan ke dalam wadah/gelas penampung destilat.

Kapasitas adaptor berbagai macam, yaitu:

  • panjang 60 mm, dengan ukuran socket 14/23 mm
  • panjang 95 mm, dengan ukuran socket 19/26 mm
  • panjang 120 mm, dengan ukuran socket 19/26 mm
  • panjang 200 mm, dengan ukuran socket 24/26 mm

2. Buret (Burette)

Buret adalah peralatan gelas yang bentuknya silidris memanjang yang mempunyai skala mm pada bagian luarnya dan terdapat kran pada sisi bawahnya. Buret sering digunakan pada titrasi asam basa. Buret digunakan untuk menambahkan larutan pereaksi di mana volume penambahan harus diketahui/dicatat.

Kapasitas buret yang tersedia adalah:

  • ukuran 10 ml dengan sub skala 0,05 ml
  • ukuran 25 ml dengan sub skala 0,1 ml
  • ukuran  50 ml dengan sub skala 0,1 ml
  • ukuran 100 ml dengan sub skala 0,2 ml
 

3. Botol Tetes (Dropping Bottle)

Botol tetes terbuat dari gelas tetapi ada juga yang terbuat dari plastic tahan bahan kimia yang dilengkapi dengan penutup yang terbuat dari polietilen dan juga alat tetes. Botol tetes sering digunakan dalam laboratorium kimia analisis. Kegunaan botol tetes adalah untuk menyimpan larutan indicator yang biasanya digunakan dalam proses analisis kuantitatif dengan titrasi.

Adapun kapasitas botol tetes yang tersedia adalah ukuran 30 ml, 60 ml, 125 ml, dan 250 ml.

4. Corong Buchner (Buchner Funnel)

Corong bucher adalah peralatan laboratorium kimia yang digunakakan untuk penyaring dengan dipasangkan pada labu penyaring dan pompa penghisap (vacuum pump). Corong  Buchner dapat menyaring dengan cepat dibandingkan dengan corong gelas.

Corong Buchner memiliki alas dalam datar dan terdapat pori-pori. Pada saat akan melakukan penyaringan maka pada permukaan alas dalam ini diberi kertas saring yang sudah dipotong berbentuk bulat seperti alas tersebut.

5. Desikator (Desicator)

Desikator merupakan salah satu peralatan yang sering digunakan di laboratorium kimia anorganik.

Desikator berfungsi untuk melakukan pengeringan bahan kimia dengan menggunakan zat higroskopis (zat yang dapat menyerap uap air dari udara). Tempat bagian bawah digunakan untuk meletakkan zat higroskopis tersebut.

Baca juga:

6. Erlenmeyer (Erlenmeyer Flask/Conical Flash)

Erlenmeyer merupakan salah satu alat gelas yang sering digunakan dalam laboratorium. Bentuk leher Erlenmeyer yang sempit berfungsi untuk mengurangi penguapan zat cair dalam pemanasan dan mencegah zat cair tumpah ketika dilakukan pengadukan. Erlenmeyer biasanya digunakan untuk analisis kuantitatif secara volumetri (titrasi) bersamaan dengan buret. Pada sisi luar tabung Erlenmeyer terdapat skala yang menunjukkan perkiraan volum cairan.

Terdapat berbagai macam ukuran Erlenmeyer mulai dari ukuran 25 ml sampai dengan ukuarn 5000 ml.

7. Gelas Beker/Gelas Piala (Beker Glass)

Gelas beker juga banyak digunakan di laboratorium kimia. Gelas beker digunakan untuk melarutkan suatu padatan/kristal, untuk mencampurkan cairan, untuk memanaskan larutan, dan dapat juga digunakan untuk mengukur volume kasar suatu zat cair  atau larutan tertentu.

Gelas beker berbentuk silinder dengan alas datar. Gelas beker yang dapat dipanaskan haruslah terbuat dari bahan pyrex karena tahan panas sampai suhu 150oC dan tidak mudah retak.

Terdapat berbagai macam ukuran gelas beker mulai dari 25 ml sampai dengan ukuarn 5000 ml.

8. Gelas Ukur

Gelas ukur berbentuk pipa yang terbuat dari kaca dan/ plastic yang mempunyai kaki/dudukan sehingga dapat ditegakkan. Pada bagian atas gelas ukur terdapat bibir tuang yang berfungsi untuk menuangkan cairan atau larutan sedangkan bagian badan tabung terdapat skala ukur. Gelas ukur berfungsi untuk mengukur suatu cairan dan/ larutan dengan volume tertentu yang tidak memerlukan ketelitian tingkat tinggi.

Gelas ukur mempunyai beberapa kapasitas mulai dari ukuran 5 ml sampai dengan 2000 ml.

9. Kolom Kromatografi (Chromatography Column)

Kolom kromatografi merupakan alat yang berbentuk pipa lurus dengan atau tanpa kran bada bagian bawahnya, yang berfungsi untuk memisahkan dua campuran senyawa atau lebih dengan cara melewatkan pada kolom tersebut.

10. Labu Takar (Volumetric Flash)

Labu takar merupakan peralatan yang banya digunakan pada laboratorium kimia analisis.  Labu takar berbentuk alas bulat dengan leher panjang dan mulut sempit. Pada leher tabung terdapat garis batas yang menunjukkan volume sesuai dengan yang tertera pada labu takar tersebut. Labu takar dilengkapi dengan penutup yang terbuat dari polietilen maupun gelas.

Labu takar berfungsi untuk melakukan pengenceran sampai dengan volume tertentu sebagaimana tertera pada labu takar tersebut. Pembacaan volume larutan dilakukan pada tanda yang melingkar pada leher dengan membaca meniscus. Labu takar mempunya beberapa kapasitas mulai dari 5 ml sampai dengan 2000 ml.

11. Labu Leher Tiga (Three neck Rounded Flask)

Labu alas bulat leher tiga merupakan peralatan yang sering dipakai di laboratorium kimia organic dan biokimia. Alas labu berbentuk lubat dan mempunyai leher sebanyak tiga buah. Labu ini sering digunakan pada proses destilasi. Pada masing-masing leher biasa digunakan untuk thermometer, memasukkan bahan kimia yang akan didestilasi dan jalan uap cairan yang akan dilewatkan pada gelas pendingin. Labu leher tiga mempunya beberapa kapasitas mulai dari 100 ml sampai dengan 2000 ml.

12. Labu Destilasi (Destillation Flask)

Labu destilasi hamper sama dengan labu alas bulat leher tiga tetapi mempunyai pipa kea rah sisi yang akan disambungkan dengan alat gelas pendingin pada saat digunakan untuk keperluan destilasi. Labu destilasi mempunya beberapa ukuran dari 100 ml sampai dengan 1000 ml.

13. Labu Penyaring (Filtration Flask)

Labu penyaring mempunyai bentuk yang mirip dengan Erlenmeyer tetapi terdapat pipa di sisi atas pada lehernya. Labu penyaring sering digunakan untuk penyaringan Buchner berpasangan dengan corong Buchner dan pompa vakum (pompa penghisap). Kapasitas yang tersedia untuk labu penyaring mulai dari 100 ml sampai dengan 2000 ml.

14. Labu Kjeldahl (Kjeldahl Flask)

Labu kjeldahl terbuat dari bahan gelas atau pyrex berbentuk seperti labu alas bulat tetapi mempunyai leher yang panjang. Lagu kjeldahl digunakan untuk destruksi bahan makanan pada proses penentuan kadar protein. Labu kjeldahl dikhususkan untuk desktruksi makanan yang berbentuk padatan bukan cair. Adapun kapasitas labu kjeldahl mulai dari ukuran 10 ml sampai dengan 800 ml.

15. Pendingin Leibig (Leibig Condenser)

Pendingin leibig merupakan peralatan yang sering dipakai pada laboratorium kimia organic dan biokimia. Pendingin leibig mempunyai bentuk menyerupai pipa lurus dan rata yang dibungkus pipa lain yang lebih besar. Kegunaan pendingin leibig adalah sebagai pengembun dalam proses destilasi cairan dengan titik didih di bawah 100oC. Kapasitas pendingin leibig yang tersedia mulai dari ukuran 150 mm sampai dengan 900 mm.

16. Pendingin Bola (Bulb Condenser)

Pendingin bola menyerupai pendingin leibig tetapi pada bagian dalam berbentuk gelembung seperti bola. Pendingin bola terbuat dari gelas yang tembus cahaya (opaque) sama halnya dengan pendingin leibig. Kegunaan dari pendingin bola adalah untuk proses refluks. Proses refluks adalah proses pemanasan untuk mempercepat reaksi kimia, akan tetapi kuantitas senyawa kimia dijaga agar tidak hilang karena penguapan. Pendingin bola yang dipasang pada proses refluks memungkinkan senyawa cair yang menguap akan terembunkan dan kembali ke labu pemanasan. Adapun kapasitas pendingin bola mulai dari ukuran 200 mm sampai dengan 900 mm.

17. Pendingin Ulir (Coil Destilate)

Pendingin ulir mempunyai bentuk pipa yang berulir di dalam pipa pendingin. Pendingin ulir ini digunakan untuk proses refluks senyawa yang mempunyai titik didih tinggi mendekati suhu 100oC. Pendingin ulir menggunakan media air sebagai pendinginan sama halnya dengan pendingin bola dan leibig. Adapun kapasita pendingin ulir mulai dari ukuran 150 mm sampai dengan 600 mm.

18. Pendingin Udara (Air Condenser)

Pendingin udara merupakan peralatan gelas yang menyerupai pipa biasa dan digunakan untuk proses destilasi senyawa yang mempunyai titik didih rendah. Alat ini menggunakan udara sebagai pendingin. Ukuran pendingin udara yang tersedia mula dari 400 mm sampai dengan 1000 mm.

19. Pipet Volume (Volumetric Pipette)

Pipet volume atau sering juga disebut sebagai pipet gondok merupakan perlengkapan gelas yang berbentuk pipa tetapi terdapat cembungan pada tengah-tengah batang pipa tersebut. Pada bagian batang pipa bagian atas terdapat tanda batas cairan sedangkan pada bagian cembungan terdapat angka yang menyatakan volume pipet tersebut. Kegunaan pipet volume adalah untuk mengambil dan memindahkan cairan dengan volume tertentu yang tertera pada batang pipet gondok tersebut. Pipet volume tersedia beberapa ukuran mulai dari 1 ml sampai dengan 100 ml.

20. Pipet Ukur (Graduated Pipette)

Pipet ukur merupakan alat gelas menyerupai pipa dengan salah satu ujungnya menyempit. Terdapat skala pada bagian batangnya. Pipet ukur berfungsi untuk menambahkan zat cair dengan volume tertentu yang dapat dilihat dari skala pada saat penambahan cairan tersebut. Pipet ukur mempunyai beberapa kapasitas mulai dari 0,1 ml sampai dengan 25 ml.

Thumbnail: Education vector created by macrovector – www.freepik.com

Leave a Reply