Karakteristik dan Potensi Peserta Didik

A. Karakteristik Peserta Didik

Karakteristik peserta didik merupakan keseluruhan pola kelakuan dan kemampuan yang ada pada peserta didik sebagai hasil dari pembawaan dari lingkungan sosialnya sehingga menentukan pola aktivitas dalam meraih cita-citanya. Berikut karakteristik peserta didik ditinjau dari berbagai aspek yaitu sebagai berikut:

1. Karakteristik peserta didik berdasarkan aspek fisik

Pertumbuhan fisik adalah perubahan–perubahan fisik yang terjadi dan merupakan gejala primer dalam pertumbuhan remaja, meliputi: perubahan ukuran tubuh, perubahan proporsi tubuh, munculnya ciri-ciri kelamin utama (primer) dan ciri kelamin kedua (skunder).

2. Karakteristik peserta didik berdasarkan aspek intelektual

Thorndike mengklasifikasikan intelligensi dalam bentuk kemampuan abstraksi yaitu suatu kemampuan untuk menggunakan gagasan dan simbol-simbol, kemampuan mekanik yaitu suatu kemampuan untuk melakukan pekerjaan dengan alat-alat mekanis dan pekerjaan dengan aktivitas indra gerak (sensorymotor), dan kemampuan sosial yaitu kemampuan menghadapi orang lain disekitar diri dengan cara yang efektif.

Baca juga:

3. Karakteristik peserta didik berdasarkan aspek sosio-emosional

Emosi merujuk pada suatu perasaan dan pikiran yang khas, suatu keadaan biologis dan psikologis dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak. Emosi pada dasarnya adalah dorongan untuk bertindak. Biasanya emosi merupakan reaksi terhadaprangsangan dari luar dan dalam diri individu.

4. Karakteristik peserta didik berdasarkan aspek moral

Moralitas merupakan kemauan untuk menerima dan melakukan peraturan, nilai-nilai atau prinsip-prinsip moral. Seseorang dapat dikatakan bermoral, apabila tingkah laku orang tersebut sesuai dengan nilai-nilai moral yang dijunjung tinggi oleh kelompok sosialnya.

5. Karakteristik peserta didik berdasarkan aspek spiritual

Ciri utama dari kecerdasan spiritual ini ditunjukkan dengan kesadaran seseorang untuk menggunakan pengalamannya sebagai bentuk penerapan nilai dan makna. Kecerdasan spiritual yang berkembang dengan baik akan ditandai dengan kemampuan seseorang untuk bersikap fleksibel dan mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan, memiliki tingkat kesadaran yang tinggi, mampu menghadapi penderitaan dan rasa sakit, mampu mengambil pelajaran yang berharga dari suatu kegagalan, mampu mewujudkan hidup sesuai dengan visi dan misi, mampu melihat keterkaitan antara berbagai hal, mandiri, serta pada akhirnya membuat seseorang mengerti akan makna hidupnya serta mengaitkan hubungannya dengan Yang Maha Kuasa dan Maha pencipta, tergantung dengan kepercayaan yang dianut oleh peserta didik.

6. Karakteristik peserta didik berdasarkan aspek latar belakang social-budaya

Usia remaja adalah usia yang sedang tumbuh dan berkembang baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif, baik fisik maupun psikisnya. Menganggap dirinya bukan anak-anak lagi, tetapi sekelilingnya menganggap mereka belum dewasa.Lingkungan teman memegang peranan dalam kehidupan remaja.

B. Potensi Peserta Didik

Potensi peserta didik adalah kapasitas atau kemampuan dan karakteristik / sifat individu yang berhubungan dengan sumber daya manusia yang memiliki kemungkinan dikembangkan dan atau menunjang pengembangan potensi lain. Potensi itu meliputi potensi bakat dan minat.

1.1 Potensi Bakat Peserta Didik

Bakat didefinisikan sebagai kemampuan alamiah atau bawaan untuk memperoleh pengetahuan atau keterampilan yang relative bisa bersifat umum (misalnya bakat intelektual umum) atau khusus (bakat akademis khusus). Bakat khusus disebut juga talent. Bakat memungkinkan seseorang untuk mencapai prestasi dalam bidang tertentu, akan tetapi diperlukan latihan, pengetahuan, pengalaman dan dorongan atau motivasi agar bakat itu dapat terwujud.

Jenis-jenis bakat adalah sebagai berikut:

  • Bakat umum, merupakan kemampuan yang berupa potensi dasar yang bersifat umum, artinya setiap orang memiliki.
  • Bakat khusus, merupakan kemampuan yang berupa potensi khusus, artinya tidak semua orang memiliki misalnya bakat seni, pemimpin, penceramah, olahraga. Selain itu bakat khusus yang lain, yaitu : bakat verbal, bakat numerical, bakat skolastik, bakat abstrak, bakat numeric, bakat relasi ruang (spasial), bakat klerikal, bakat bahasa (linguistic)

1.2 Potensi Minat Peserta Didik

Minat ialah suatu proses pengembangan dalam mencampurkan seluruh kemampuan yang ada untuk mengarahkan individu kepada suatu kegiatan yang diminatinya.

  • Minat vokasional merujuk pada bidang – bidang pekerjaan.
    • Minat profesional : minat keilmuan, seni dan kesejahteraan sosial
    • Minat komersial : minat pada pekerjaan dunia usaha, jual beli, periklanan, akuntansi, kesekretariatan dan lain – lain.
    • Minat kegiatan fisik, mekanik, kegiatan luar, dan lain – lain.
  • Minat avokasional, yaitu minat untuk memperoleh kepuasan atau hobi. Misalnya petualang, hiburan, apresiasi, ketelitian dan lain – lain.

Cara mengembangkan bakat dan minat adalah sebagai berikut:

  • Perlu keberanian
  • Perlu didukung latihan
  • Perlu didukung lingkungan
  • Perlu memahami hambatan-hambatan pengembangan bakat dan cara mengatasinya.

Dari berbagai sumber.

Thumbnail: School vector created by pikisuperstar – www.freepik.com

Leave a Reply