Download! Download eBook tingkat SMP, SMA, & SMK

Pembahasan Soal UKK TKJ Paket 1 Tahun 2020

Uji Kompetensi Keahlian atau biasa disingkat dengan UKK merupakan proses penilaian terhadap aspek penilaian berupa pengetahuan, keterampilan, dan sikap melalui pengumpulan bukti yang relevan untuk menentukan apakah seseorang kompeten atau belum kompeten pada suatu kualifikasi tertentu yang dilakukan oleh penguji atau asesor,

UKK mengacu pada SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) dan dilaksanakan di akhir masa studi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi atau satuan pendidikan terakreditasi bersama mitra dunia usaha/industri dengan memperhatikan paspor keterampilan dan/atau portofolio.

Salah satu kompetensi keahlian SMK yang akan melaksanakan UKK adalah Teknik Komputer dan Jaringan. Dalam instrumen UKK TKJ, terdapat 4 (empat) paket soal yang dapat dipilih oleh peserta didik yaitu:

  • Paket 1: Rancang Bangun Keamanan Jaringan, Instalasi, dan Konfigurasi Dynamic Routing
  • Paket 2: Rancang Bangun Jaringan Berbasis Kabel dan Nirkabel dengan VLAN dan Routing
  • Paket 3: Troubleshooting Layanan Jaringan Pada Jaringan Client Server
  • Paket 4: Troubleshooting Keamanan Jaringan Pada Jaringan WAN

Pada kesempatan kali ini, kami akan mencoba membahas soal UKK TKJ untuk Paket Soal 1. Simak penjelasan berikut.

A. Judul

Rancang Bangun Keamanan Jaringan, Instalasi, dan Konfigurasi Dynamic Routing

B. Alat dan Bahan

  • PC Client/Laptop 2 unit
  • Smartphone 1 unit
  • Switch 5 port 1 pcs
  • Crimping tools 1 pcs
  • LAN tester 1 pcs
  • Routerboard 751/951 dan/atau 750/950 2 pcs
  • Kabel UTP 3 buah
  • Konektor RJ45 6 buah
  • Koneksi internet
  • Aplikasi WinBox
  • Web Browser

Baca juga:

C. Topologi

Topologi soal UKK TKJ Paket 1

Keterangan:

  • Router A:
    • Jenis/tipe routerboard: 750/950 atau 751/951
    • IP address pada ether1: DHCP client
    • IP address pada ether2 (ke jaringan LAN/kabel): 200.50.3.1/28
    • Static routing ke internet (otomatis saat konfigurasi DHCP client pada ether1)
    • Dynamic routing (routing OSPF) ke router B
    • Konfigurasi proxy server dengan ketentuan:
      • Port proxy: 3128
      • Cache Manager: Nama_Peserta@sekolah.sch.id
      • Visible host: www.sekolah.sch.id
      • Transparent: yes
      • Bloking Site: Minimal 2 Website mikrotik.co.id dan linux.or.id)
    • Limitasi bandwidth: 640 kbps (download dan upload)
  • Router B:
    • Jenis/tipe routerboard: 751/951 (memiliki fitur wlan)
    • IP address pada ether1: DHCP client
    • IP address pada interface wlan: 200.50.3.49/28
    • IP address pada wlan dengan ketentuan:
      • IP Pool: 200.50.3.50 – 200.50.3.61
      • Lease Time: 6 jam
      • Gateway: 200.50.3.49/28
      • DNS: Primary : 8.8.8.8; Secondary : 200.50.3.33
    • Static routing ke internet
    • Dynamic routing (routing OSPF) ke router A
    • Limitasi bandwidth: 320 kbps (download dan upload)
  • IP address Laptop 1: konfigurasi static dengan alamat IP 200.50.3.15, subnet mask 255.255.255.240, default gateway 200.50.3.1, DNS alternatif 1 8.8.8.8 dan alternatif 2 200.50.3.1
  • IP address Laptop 2: konfigurasi DHCP client (optain an IP address)
  • IP address smartphone: konfigurasi DHCP client

D. Konfigurasi

Langkah konfigurasi kita bagi ke dalam 5 kelompok berdasarkan jumlah perangkat yang digunakan. Untuk meremote kedua routerboard (router A dan B) dapat menggunakan aplikasi WinBox yang sudah diinstall pada Laptop. Pada contoh ini kita menggunakan Laptop 1.

1. Pra-konfigurasi

Sebelum melakukan konfigurasi, terlebih dahulu kita hapus konfigurasi bawaan atau yang sudah ada pada kedua router MikroTik yang akan kita gunakan. Lakukan langkah-langkah berikut:

  • Jalankan aplikasi WinBox
  • Pada halaman login, klik alamat MAC atau IP address lalu tekan tombol connect (tekan tombol refresh untuk menampilkan alamat MAC ataupun IP address)
  • Pastikan konfigurasi bawaan MikroTik sudah di remove. Jika belum remove konfigurasi dengan cara klik System > Reset Configuration > Reset Configuration
Reset MikroTik
  • Tunggu sampai MikroTik selesai reboot
  • Silakan login kembali dengan mengklik alamat MAC maupun IP address yang muncul pada halaman login WinBox
  • Selanjutnya muncul halaman notifikasi, klik Remove Configuration
Reset MikroTik

2. Konfigurasi Router A

  • Login ke halaman WinBox
  • Klik alamat MAC address Router A
  • Untuk memudahkan konfigurasi router agar tidak tertukar, silakan ganti nama router atau identity dengan mengklik System > Identity > ganti nama dengan RouterA > OK
Konfigurasi identitas MikroTik
  • Konfigurasi IP address pada ether1: IP > DHCP client > tombol + > interface ether1 > OK. Pastikan ether1 mendapatkan alamat IP. IP ether1: 192.168.0.108/24
Konfigurasi DHCP Client MikroTik
  • Menambahkan IP address pada ether2: IP > Addresses > tombol + > kolom Address isikan alamat 200.50.3.1/28 > Interface pilih ether2 > OK
Konfigurasi interface MikroTik
  • Agar network terhubung ke internet, lakukan konfigurasi NAT dengan cara: IP > Firewall > NAT > tombol + :
    • Tab General: Chain pilih srcnat, Out. Interface pilih ether1
    • Tab Action: Action pilih Masquerade
    • OK
Konfigurasi NAT MikroTik
Konfigurasi NAT MikroTik
  • Konfigurasi static routing ke internet: ditambahkan otomatis pada saat konfigurasi DHCP client pada ether1. Cek konfigurasi static routing dengan cara IP > Routes, lihat tabel routing
Konfigurasi Static Routing MikroTik
  • Konfigurasi dynamic routing (OSPF) ke Router B: Routing > OSPF > Tab Network > tombol + > masukkan alamat Net Id yang terhubung langsung ke Router A yaitu 192.168.0.0/24 dan 200.50.3.0/28 pada kolom Network > OK
Konfigurasi Dynamic Routing MikroTik
  • Konfigurasi web proxy: IP > Web Proxy > General:
    • Centang Enable, Anonymous, dan Chache On Disk
    • Port ganti dengan 3128
    • Kolom Cache Administrator diisi Nama_Peserta@sekolah.sch.id
    • OK
Konfigurasi Web Proxy MikroTik
  • Masih pada menu web proxy, untuk menblokir alamat website pilih menu Access > tombol +:
    • Pada kolom Dst. Host isikan alamat url yang akan diblokir misalnya *linux.or.id dan *mikrotik.co.id
    • Action ganti dengan Deny
    • OK
    • Lakukan cara yang sama untuk menambahkan url yang kedua
Blocking access MikroTik
Blocking access MikroTik
  • Mengaktifkan transparent proxy pada client yang terhubung ke jaringan LAN: IP > Firewall > NAT > tombol +:
    • Tab General: Chain pilih dstnat, Protocol pilih 6 (tcp), Dst. Port pilih 80, In. Interface pilih ether2
    • Tab Action: Action pilih Redirect, To Port isikan 3128
Konfiguras transparent proxy MikroTik
Konfiguras transparent proxy MikroTik
  • Konfigurasi Queues dilakukan untuk membatasi bandwidth download maupun upload: Queues > Simple Queues > tombol +:
    • Kolom Name isi dengan Limit Bandwidth LAN
    • Target pilih ether2
    • Kolom Max Limit untuk upload dan download isi dengan 640k
    • OK
Konfigurasi Simple Queue MikroTik

3. Konfigurasi Router B

  • Jalankan aplikasi WinBox, pilih MAC address Router B lalu klik Connect
  • Ganti nama Router: System > Identity > ganti dengan nama RouterB
  • Aktifkan interface wlan1: Interface > Klik Interface wlan1 > klik tombol centang warna biru
Mengaktifkan interface wlan MikroTik
  • Konfigurasi SSID wlan1: Interface > wlan1 > Tab Wireless:
    • Mode pilih ap bridge
    • Ganti nama SSID pada kolom SSID
    • OK
Konfigurasi SSID MikroTik
  • Konfigurasi IP address yang terhubung ke internet yaitu ether1: IP > DHCP Client > tombol + > Interface ether1 > Add Default Route pilih no (dilakukan pada saat konfigurasi static routing) > OK. Pastikan ether1 mendapatkan alamat IP. IP ether1: 192.168.0.116/24
Konfigurasi DHCP Client MikroTik
  • Konfigurasi IP address ether2 yang terhubung ke jaringan WLAN: IP > Addresses > tombol + > kolom Address isikan alamat 200.50.3.49/28 > Interface wlan1 > OK
Konfigurasi IP address interface MikroTik
  • Konfigurasi DHCP Server untuk client yang terhubung ke jaringan WLAN: IP > DHCP Server > DHCP Setup:
    • DHCP Server Interface: wlan1
    • DHCP Address Space: 200.50.3.48/28
    • Gateway for DHCP Network: 200.50.3.49
    • Address to Give Out (Range IP): 200.50.3.50-200.50.3.61
    • DNS Servers: 8.8.8.8 dan 200.50.3.33
    • Lease Time: 06:00:00 (6 jam)
Konfigurasi DHCP Server MikroTik
  • Untuk menghubungkan komputer client WLAN ke jaringan internet, lakukan konfigurasi NAT sama seperti Router A: IP > Firewall > NAT > tombol +:
    • Tab General: Chain pilih srcnat, Out Interface pilih ether1
    • Tab Action: Action pilih Masquerade
    • OK
  • Konfigurasi static routing ke internet: IP > Routes > tombol + > Dst. Address isikan alamat 0.0.0.0/0 > Gateway 192.168.0.1 > OK. Lihat tabel routing:
Konfigurasi static routing MikroTik
  • Konfigurasi dynamic routing (OSPF) ke Router A: Routing > OSPF > Tab Network > tombol + > masukkan alamat Net Id yang terhubung langsung ke Router B (192.168.0.0/24 dan 200.50.3.48/28) pada kolom Network > OK
Konfigurasi OSPF MikroTik
  • Limitasi bandwidth untuk client WLAN dengan melakukan konfigurasi pada menu Queues: Queues > Simple Queues > tombol +:
    • Kolom Name isi dengan Limit Bandwidth WLAN
    • Target pilih wlan1
    • Kolom Max Limit untuk upload dan download isi dengan 320k
    • OK
Limitasi Bandwidth MikroTik

4. Konfigurasi Laptop 1

Laptop 1 merupakan client yang terhubung ke jaringan LAN atau kabel, sehingga untuk mengkonfigurasi alamat IP dilakukan secara static atau manual pada menu Network and Sharing Center.

Konfigurasi IP static di Laptop

5. Konfigurasi Laptop 2

Laptop 2 terhubung ke jaringan WLAN sehingga memperoleh alamat IP secara otomatis. Hubungkan laptop 2 ke jaringan WLAN dengan memilih SSID UKK 2020 lalu tekan connect

Koneksi Wi-Fi Laptop

Setelah terhubung ke jaringan WLAN, diperoleh alamat IP untuk Laptop 2 seperti gambar berikut.

Konfigurasi IP dinamis di Laptop

E. Hasil

1. IP Address

PerangkatInterfaceIP addressType
Router Aehter1192.168.0.108/24dynamic
ether2200.50.3.1/28static
Router Bether1192.168.0.116/24dynamic
wlan1200.50.3.49/28static
Laptop 1ethernet200.50.3.10/28static
Laptop 2Wifi200.50.3.60/28dynamic

2. Konfigurasi OSPF

Konfigurasi OSPF MikroTik
Router A
Konfigurasi OSPF MikroTik
Router B

3. Limitasi Bandwidth Router

Konfigurasi Limit Bandwidth MikroTik
Router A
Konfigurasi Limit Bandwidth MikroTik
Router B

F. Pengujian

1. IP Static pada Laptop 1

IP static

2. IP dynamic pada Laptop 2

IP dynamic

3. Tes Koneksi ke Router

Uji koneksi ke Router A melalui Lapotp 2 dengan melakukan ping ke alamat ether1 192.168.0.108 dan ether2 200.50.3.1

Tes ping ke interface MikroTik

Uji koneksi ke Router B melalui Lapotp 1 dengan melakukan ping ke alamat ether1 192.168.0.116 dan wlan1 200.50.3.49

Tes ping ke interface MikroTik

4. Tes Koneksi antar Client

Tes ping antar laptop
Ping dari Laptop 1 ke Lapotp 2
Tes ping antar laptop
Ping dari Laptop 2 ke Laptop 1

5. Tes Koneksi Client ke Internet

Tes ping ke google.com
Ping Laptop 1 ke google.com
Tes ping ke google.com
Ping Laptop 2 ke google.com

6. Blocking Access

Untuk mengecek konfigurasi blocking access web telah berhasil, buka web browser lalu kunjungi alamat website yang di blokir, pastikan muncul tampilan error seperti gambar berikut:

Blokir website di MikroTik
Blocking website linux.or.id
Blokir website di MikroTik
Blocking website mikrotik.co.id

7. Tes Limitasi Bandwidth

Tes limitasi bandwidth dapat dilakukan melalui website speedtest.net, pastikan hasil pengukuran bandwidth tidak melebih limit max download dan upload yang sudah dikonfigurasi pada kedua router.

Tes Limitasi Bandwidth MikroTik
Tes limit bandwidth jaringan LAN 640k
Tes Limitasi Bandwidth MikroTik
Tes limit bandwidth jaringan WLAN 320k

Sekian pembahasan soal UKK TKJ Paket 1 tahun 2020, semoga pembahasan ini dapat membantu peserta didik yang akan melaksanakan UKK nanti.

Leave a Reply