Download! Download eBook tingkat SMP, SMA, & SMK

Reaksi Kimia dalam Larutan Elektrolit

Reaksi kimia dalam larutan elektrolit merupakan reaksi yang melibatkan larutan-larutan yang bersifat elektrolit seperti asam, basa, maupun garam. Beberapa  reaksi kimia larutan elektrolit yang dimaksud adalah reaksi penetralan, reaksi pendesakan logam, dan reaksi metatesis. Berikut penjelasan untuk masing-masing reaksi.

Reaksi asam basa (reaksi penetralan)

Reaksi asam basa atau reaksi penetralan adalah reaksi yang terjadi antara asam (H+) dan basa (OH) menghasilkan H2O yang bersifat netral.
Adapaun contoh reaksi penetralan adalah sebagai berikut:

Reaksi 1: Asam + Basa → Garam + Air

HNO3 (aq) + KOH (aq) → KNO3 (aq) + H2O (l)
H2SO4 (aq) + Ca(OH)2 (aq) → CaSO4 (aq) + H2O (l)
 

Reaksi 2: Asam + Oksida Basa → Garam + Air

2HCl (aq) + CaO (s) –> CaCl2 (aq) + H2O (l)
2HNO3 (aq) + Na2O (s) –> Na(NO3)2 (aq) + H2O (l)
 

Reaksi 3: Asam + Amonia –> Garam

HCl (aq) + NH3 (g) → NH4Cl (aq)
H2SO4 (aq) +2 NH3 (g) → (NH4)2SO4 (aq)

Ammonia (NH3) termasuk basa yang berupa senyawa molekul sehingga dibedakan dari 2 jenis basa lainnya, yakni senyawa ion yang dapat melepas ion OH dan okisda basa. Terdapat senyawa molekul basa lainnya seperti metilamina (CH3NH2) tetapi reaksinya tidak umum seperti halnya ammonia.

Reaksi 4: Oksida asam + Basa → Garam + Air

SO3 (g) + 2NaOH (aq) → Na2SO4 (aq) + H2O (l)
CO2 (g) + Mg(OH)2 (aq) → MgCO3 (aq) + H2O (l)

Baca juga:

Reaksi Pendesakan Logam

Reaksi pendesakan logam adalah reaksi di mana logam mendesak kation logam lain atau hydrogen dalam suatu senyawa. Reaksi ini dapat berlangsung apabila logam berada di sebelah kiri dari logam/H yang didesak dalam deret Volta. Pada reaksi ini, produk reaksi berupa endapan logam, gas, dan air.
Deret Volta merupakan urutan unsur-unsur yang disusun berdasarkan data potensial reduksi. berikut beberapa unsur yang dapat dihapal berdasarkan urutan potensial reduksinya:
Li – K – Ba – Ca – Na – Mg – Al – Mn – Zn – Fe – Ni – Sn – Pb – (H) – Cu – Hg – Ag – Pt – Au
Adapun contoh reaksi pendesakan logam adalah sebagai berikut:

Reaksi 1: Logam 1 + Garam 1 → Garam 2 + Logam 

Zn (s) + CuSO4 (aq) → ZnSO4 (aq) + Cu (s)
2Al (s) + 3FeSO4 (aq) → Al2(SO4)3 (aq) + 3Fe (s)
Cu (s) + Na2SO4 (aq) → tidak bereaksi karena Cu berada di sebelah kanan deret volta

Reaksi 2: Logam + Asam → Garam + Gas Hidrogen

Mg (s) + HCl (aq) → MgCl2 (aq) + H2 (g)
Zn (s) + H2SO4 (aq) → ZnSO4 (aq) + H2 (g)
Ag (s) + HCl (aq) → tidak bereaksi karena Ag berada di sebelah kanan deret volta

Reaksi 3: Logam + Asam → Garam + Air + Gas

2Fe (s) + 6 H2SO4 (aq) → Fe2(SO4)3 (aq) + 6 H2O (l) + 3SO2 (g)
Cu (s) + 4HNO3 (aq) → Cu(NO3)2 (aq) + 2H2O (l) + 2NO2 (g)

Reaksi Metatesis (Pertukaran Pasangan)

Reaksi metatesis adalah reaksi pertukaran pasangan ion dari dua elektrolit.
AB + CD → AC + BD
Pada reaksi ini setidaknya satu produk reaksi akan membentuk endapan, gas, atau elektrolit lemah. Gas dapat berasal dari peruraian zat hipotetis (asam dan basa hipotetis terurai menjadi gas dan air) yang bersifat tidak stabil seperti berikut ini:
H2CO3 → CO2 (g) + H2O (l)
H2SO3 → SO2 (g) + H2O (l)
NH4OH → NH3 (g) + H2O (l)
 
Adapun contoh reaksi metatesis (pertukaran pasangan) adalah sebagai berikut:

Reaksi 1: Garam 1 + Asam 1 → Garam 2 + Asam 2

AgNO3 (aq) + HBr (aq) → AgBr (aq) + HNO3 (aq)
ZnS (s) + 2HCl (aq) → ZnCl2 (aq) + H2S (aq)
 

Reaksi 2: Garam 1 + Basa 1 → Garam 2 + Basa 2

CuSO4 (aq) + 2NaOH (aq) → Na2SO4 (aq) + Cu(OH)2 (aq)
NH4Cl (aq) + KOH (aq) → KCl (aq) + NH4OH (aq)
 

Reaksi 3: Garam 1 + Garam 2 → Garam 3 + Garam 

AgNO3 (aq) + NaCl (aq) → AgCl (aq) + NaNO3 (aq)
2KNO3 (aq) + MgCl2 (aq) → 2KCl (aq) + Mg(NO3)2 (aq)

117 total views, 4 views today

24 Comments

Leave a Reply