Download! Download eBook tingkat SMP, SMA, & SMK

Reaksi-reaksi Unsur Halogen

Unsur-unsur halogen yang terletak pada golongan VIIA merupakan unsur yang sangat reaktif dengan electron valensi ns2 np5, sehingga hanya butuh 1 elektron untuk membentuk konfigurasi stabil seperti halnya gas mulia. Kereaktifan unsur halogen memungkinkan untuk bereaksi dengan unsur atau senyawa lain membentuk berbagai senyawa, seperti senyawa alkil halida (gugus alkil dan halogen), senyawa oksihalogen (asam oksi dan halogen), senyawa ion (logam golongan IA dan IIA), dan senyawa antar halogen. Berikut penjelasan singkat mengenai reaksi-reaksi halogen.

Baca juga:

1. Reaksi unsur halogen dengan nonlogam

Halogen bereaksi dengan hampir semanya nonlogam. Jenis senyawa yang terbentuk sebagian besar adalah senyawa kovalen. Beberapa contoh reaksi halogen yang banyak ditemukan senyawanya adalah hidrogen halida atau biasa disebut asam halida jika dilarutkan dalam air dan nonlogam halida (reaksi halogen dengan unsur-unsur penting seperti O, P, C, maupun S).

1.1. Hidrogen halida

Hydrogen bereaksi dengan halogen membentuk senyawa hydrogen halida yang semuanya adalah gas tidak berwarna. Persamaan reaksi halogen (X) dengan hydrogen adalah sebagai berikut: H2(g) + X2(g) –> 2HX(g)

Contoh reaksi hidrogen dan halida

#1 Reaksi antara Hidrogen dan Fluor : reaksi berlangsung hebat.

H2 + F2 –> 2HF  

#2 Reaksi antara hidrogen dan Clor : reaksi berlangsung lambat di tempat gelap. Tetapi, jika di bawah sinar matahari, akan terjadi ledakan.

H2 + Cl2 –> 2HCl  

#3 Reaksi antara Hidrogen dan Brom : reaksi berlangsung pada suhu 300oC dan menggunakan katalis Pt.

H2 + Br2 –> 2HBr  

#4 Reaksi kesetimbangan antara Hidrogen dan Yod : reaksi berlangsung lambat pada suhu 300oC menggunakan katalis Pt. reaksi bersifat dapat balik dan hanya sebagian yang bereaksi.

H2 + I2 <–> 2HI

1.2. Nonlogam halida

Halogen bereaksi dengan unsur-unsur nonlogam seperti C, P, O, dan S membentuk senyawa nonlogam halida. Contoh nonlogam halida adalah CCl4, PCl3, PF3, OF2, SCl2, dan S2Cl2.

Contoh reaksi non logam dengan halida

#1 Reaksi karbon dengan Clor : reaksi memerlukan panas (bersifat endotermik)

C(s) + 2Cl2(g) –> CCl4(l)

#2 Reaksi fosfor dengan clor : pemanasan bertahap fosfor dalam aliran lambat klorin menghasilkan PCl3.

2P(s) + 3Cl2(g) –> 2PCl3(l)

Jika klorin yang direaksikan berlebih, maka akan dihasilkan padatan PCl5 dengan warna kuning pucat. 2P(s) + 5Cl2(g) –> 2PCl5(s)

2. Reaksi halogen dengan logam

Reaksi halogen dengan logam menghasilkan senyawa ionik. Contoh reaksi halogen dengan logam adalah sebagai berikut:

  • 2Na(s) + Cl2(g) –> 2NaCl(s)
  • Ca(s) + F2(g) –> CaF2(s)
  • Mg(s) + Cl2(g) –> MgCl2(s)

3. Reaksi halogen dengan air

Fluorin bereaksi dengan air membentuk asam fluorida dengan reaksi sebagai berikut:

2F2(g) + H2O(g) <–> 4HF(g) + O2(g) 

Reaksi air dan fluorin berlangsung hebat karena air terbakar di dalam fluorin. Sementara halogen lainnya bereaksi dengan air melalui reaksi disproporsionasi membentuk asam halida dan senyawa oksihalogen dengan reaksi sebagai berikut:

X2 + H2O <–> HOX + HX  

Contoh reaksi halogen (kecuali F2) dengan air adalah sebagai berikut:

  • Cl2 + H2O <–> HOCl + HCl
  • Br2 + H2O <–> HOBr + HBr
  • I2 + H2O <–> HOI + HI

4. Reaksi halogen dengan basa

Halogen bereaksi dengan basa membentuk senyawa halida yang kemudian mengalami reaksi disproporsionasi membentuk senyawa oksihalogen.

Berikut contoh reaksi halogen dengan basa:

#1 Fluorin bereaksi dengan basa membentuk oksigen difluorida OF2 dan ion fluoride F, dengan reaksi sebagai berikut:

2F2(g) + OH(aq) –> OF2(g) + 2F(aq) + H2O(l)

#2 Klorin, bromine, dan iodine bereaksi dengan basa membentuk ion hipohalit OX dan ion halida X dengan reaksi sebagai berikut:

X2(g) + 2OH(aq) –> OX(aq) + X(aq) + H2O(l)

Ion OX yang terbentuk mengalami reaksi disproporsionasi membentuk ion halat XO3 dan ion halida X, dengan reaksi sebagai berikut:

3OX(aq) –> XO3(aq) + 2X(aq)

Contoh reaksi halogen dengan basa membentuk ion hipohalit OX dan ion halida X– 

#1 Chlorine dan basa : ion OCl yang stabil pada suhu ruang akan terdisproporsionasi menjadi ClO3 jika dipanaskan, reaksinya adalah sebagai berikut:

Cl2(g) + 2OH(aq) –> OCl(aq) + Cl(aq) + H2O(l)

3OCl(aq) –> ClO3(aq) + 2Cl(aq)

#2 Bromine dan basa : ion OBr terdisproporsionasi dengan cepat pada suhu ruang, reaksinya adalah sebagai berikut:

Br2(g) + 2OH(aq) –> OBr(aq) + Br(aq) + H2O(l)

3OBr(aq) –> BrO3(aq) + 2Br(aq)


#3 Iodine dan basa : ion OI bereaksi sangat cepat, sehingga sulit untuk diamati, reaksinya adalah sebagai berikut:

I2(g) + 2OH(aq) –> OI(aq) + I(aq) + H2O(l)

3OI(aq) –> IO3(aq) + 2I(aq)

5. Reaksi antar halogen

Reaksi antar halogen termasuk reaksi substitusi, membentuk senyawa antar halogen, dengan reaksi sebagai berikut:

X2 + Y2 –> 2XY 

Contoh reaksi antar halogen adalah sebagai berikut:

  • Cl2 + F2 –> 2ClF
  • I2 + Cl2 –> 2ICl
  • At2 + Br2 –> 2AtBr 

Unsur halogen dengan periode 3 ke atas (Cl, Br, I, At) dapat bereaksi menurut persamaan reaksi berikut:

X2 + nY2 –> 2XYn 

Reaksi ini menghasilkan senyawa halogen dengan beberapa bilangan oksidasi. Contoh reaksinya adalah sebagai berikut:

  • Biloks +3: Cl2 + 3F2 –> 2ClF3
  • Biloks +5: Br2 + 5F2 –> 2BrF5
  • Biloks +7: I2 + 7F2 –> 2IF7

Thumbnail: Background vector created by freepik – www.freepik.com

1,850 total views, 64 views today

5 Comments

Leave a Reply