Tag: tata nama senyawa

Tata Nama Senyawa Biner

Pengertian Senyawa Biner Senyawa biner adalah senyawa yang dibentuk dari dua unsur. Senyawa biner dapat terbentuk dari satu unsur logam dan satu unsur nonlogam, atau dapat terbentuk dari dua unsur nonlogam. Jika unsur pertama adalah logam dan unsur lainnya nonlogam, maka senyawa biner tersebut umumnya berbentuk ionik atau senyawa ionik biner. Sedangkan senyawa yang terbentuk

Tata Nama Senyawa Karbon Turunan Alkana (Alkohol, Eter, Aldehid, Keton, Asam Karboksilat, Ester, dan Haloalkana)

Pengertian Senyawa Karbon Turunan Alkana Senyawa karbon turunan alkana adalah senyawa karbon yang berasal dari senyawa alkana, yang mana minimal salah satu atom H-nya diganti dengan gugus fungsi maupun karbon aromatik. Gugus fungsi merupakan atom atau gugus atom yang berperan penting dalam menentukan karakteristik dan sifat senyawa karbon turunan alkana. Dengan kata lain, senyawa-senyawa turunan

Tata Nama Senyawa Hidrokarbon (Alkana, Alkena dan Alkuna)

Senyawa Organik dan Anorganik Kimia organik merupakan mata pelajaran yang berisi tentang struktur, sifat, komposisi, reaksi, dan sintesis senyawa organik. Tahukan Anda perbedaan senyawa organik dan anorganik ? Senyawa organik tersusun dari karbon dan hidrogen, dan dapat mengandung unsur-unsur lain seperti nitrogen, oksigen, fosfor, dan belerang. Senyawa organik adalah senyawa kimia yang molekulnya mengandung karbon,

Struktur dan Tata Nama Senyawa Turunan Benzena

Materi Kimia – Setelah kita membahas tentang reaksi kimia dan manfaat senyawa benzena, pada kesempatan kali ini saya akan menyajikan informasi tentang struktur dan tata nama senyawa benzena. Senyawa turunan benzena dapat dianggap dari senyawa benzena, yang satu atau lebih atom H-nya digantikan oleh substituen berupa atom atau gugus atom lainnya. Berikut pengelompokkan beberapa turunan

Tata Nama Senyawa Asam dan Basa

Pengertian Asam Basa Asam basa merupakan dua larutan yang menghasilkan ion jika dilarutkan dalam air (Asam Basa Arrhenius). Dikatakan asam jika larutan tersebut menghasilkan ion H+ dan sisa asamnya berupa non logam. HA –> H+ + A– (A– merupakan sisa asam/non logam) Sedangkan basa merukapakan larutan yang menghasilkan ion OH– dan sisa basanya berupa logam